Duta Batik Jawa Barat


Sebuah Event dengan format kompetisi dan rangkaian yang diselenggarakan guna melestarikan seni budaya luhur bangsa Indonesia khususnya Batik Jawa Barat

Trisha (Juara 1 Duta Batik Jawa Barat 2010) dan Wayang Kancil di Belanda

Asran Aga Shady ( Juara 1 Duta Batik Jawa Barat 2010) dan

Trisha Melati (Juara 1 Duta Batik Jawa Barat 2010) saat berkunjung ke Cirebon

Trisha Melati - Duta Batik Jawa Barat 2010

Trisha dan Batik

Minatku terhadap batik dimulai sejak tahun 2003, sewaktu aku duduk di kelas 2 SMA. Waktu itu aku mulai baca buku-buku tentang batik, dan dari sana tertarik untuk masuk jurusan Kriya di ITB. Setelah masuk di Kriya, aku dan teman2 selalu diarahkan untuk menggali potensi kriya lokal, juga menjadikannya inspirasi dalam membentuk desain yang kontemporer.

Karena spesialiasiku di material tekstil, aku belajar banyak juga tentang tekstil lainnya di seluruh Indonesia. Karena aku melihat Indonesia sangat kaya akan potensi kriya tradisionalnya (salah satunya batik), sejak mahasiswa aku bercita- cita menjadi seorang ahli di bidang tekstil tradisional Indonesia, jadi tidak hanya melihat itu indah secara visual, tapi juga memahami makna di baliknya, serta maknanya dalam masyarakat aslinya.

Semakin banyak belajar, semakin aku terkagum - kagum dengan kekayaan budaya Indonesia, terutama kejeniusan nenek moyang kita dalam mengolah barang-barang itu, dan sayang sekali jika generasi kita tidak melanjutkannya. Nah, melanjutkan pekerjaan itu berarti harus mengerti secara komprehensif mengapa benda itu ada, mengapa motifnya begini, dan mengapa ia memiliki karakter yang berbeda dari daerah lainnya. untuk batik juga sama. batik Cirebon berbeda dengan batik Pekalongan, meskipun sama - sama di daerah pesisir.

Kembali ke cita2ku, aku ingin jadi ahli di tekstil tradisional Indonesia, aku pengen sekali menulis buku yang membahas itu, dan memberi kuliah di mana - mana, mengenalkan (dan menjelaskan secara lebih dalam) tentang kekayaan seni Indonesia. Berangkat dari sana, suatu hari aku melihat spanduk pemilihan DBJB 2010 deh, hehe.

Awalnya aku sempat ragu untuk ikut, karena menyadari keterbatasan fisik (hehe). Tinggiku pas-pasan, mukaku juga, jauh deh kalau dibandingkan dengan model professional, tapi aku punya kecintaan yang amat sangat terhadap tekstil tradisional Indonesia, dan aku ingin mengambil langkah dalam mewujudkan cita - citaku. Akhirnya, atas dukungan dan kepercayaan dari keluarga dan teman – temanku, aku memutuskan untuk ikut.

Masih sangat jelas di ingatan ku saat aku bilang ke temanku bahwa aku tak mungkin jadi juara 1 (mengingat itu tadi, tinggi dan wajahku yang ngga seberapa kalau dibandingan dengan wanita - wanita cantik yang bertebaran di Jawa Barat ini), tapi setidaknya lewat sini aku punya kesempatan mengenal banyak orang yang satu misi, dan bisa berguna dalam meraih cita - citaku nantinya. Di waktu yang sama, aku juga sedang menunggu pengumuman beasiswa untuk S2 di Belanda (di bidang Art history: material culture of Southeast Asia, jadi masih berhubungan dengan kriya)

Sewaktu diumumkan jadi finalis (20 besar), aku kaget, senang, dan sekaligus bingung, karena selang beberapa hari sebelumnya, aku baru mendapat pengumuman aku dapat beasiswa dan harus berangkat Agustus 2010. Tapi, lagi – lagi aku berpikir toh aku tak mungkin menang, karena finalis lainnya sangat berprestasi dan tentunya juga cantik - cantik, jadi tenang saja.

Tapi yang jelas aku senang karena di Grand final ada kesempatan memeragakan baju kreasi sendiri, jadi bisa sekaligus mempraktekkan ilmu desain. Alhamdulillah aku mendapat juara pertama sebagai Duta Batik Jawa Barat 2010. Yang jelas, aku bangga bisa diberi kepercayaan menjadi duta batik Jawa Barat yang pertama. Dan terutama, aku senang sekali karena ini salah satu jalan menggapai cita- citaku dalam mengenalkan budaya Indonesia. Aku jadi tau lebih banyak hal mengenai batik Jawa Barat. tidak hanya motif dan keindahannya, tapi juga seberapa pentingnya infrastruktur pendukungnya.

Selang dua hari setelah dipilih jadi DBJB 2010, Aku dan Aga (Juara 1 Pria di Duta Batik Jawa Barat 2010)  langsung dinas ke Cirebon dan melihat realita pengrajin batik di sana. Wawasanku makin terbuka dan gambaran tugasku semakin jelas, bahwa tugas DBJB adalah menjadi penghubung antara pembatik dan masyarakat pembeli batik, dengan mengajak/mengingatkan masyarakat untuk menghargai batik jabar sebagaimana mestinya, yaitu dengan tidak membeli batik print dan juga tidak pelit - pelit dalam membeli batik asli buatan pengrajin.

Membuat Batik itu rumit dan tidak gampang. Belum lagi bahan - bahannya. Masa udah gitu masih juga kita tawar harganya mati – matian? Sedih sekali karena aku harus “meninggalkan” tugas ini demi menempuh S2 di negara lain. Tapi,  untungnya ada teman - teman lainnya yang bisa meneruskan tugas DBJB ini toh sekalipun jauh di sini, aku masih bisa meneruskan niatku walau tidak ada yang menyuruh.

Misalnya saja, 2 Oktober 2011 lalu aku mengajak teman - teman PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di kotaku untuk memakai batik. sewaktu upacara penerimaan mahasiswa baru aku memakai batik, dan setiap ada acara yang agak formal, aku pakai batik juga (aku bawa banyak batik disini)

Duta Batik Jawa Barat at gresnews.com →

Media Partner and Sponsorships of Duta Batik Jawa Barat 2011

Media Partner and Promotions of Duta Batik Jawa Barat

Media Partner and Prmotions of Duta Batik Jawa Barat 2011

Partnerships of Duta Batik Jawa Barat 2011

and Fully supported by :